Salah satu hal yang paling menyebalkan saat saya beberapa kali memberi pelatihan tentang web adalah masalah web server dan database (xampp). Terkadang komputer yang dipakai buat pelatihan belum terinstall xampp, terkadang pula xampp sudah terinstall namun error. Error bisa terjadi karena beberapa sebab, diantaranya adalah port yang digunakan apache sudah terpakai, file corrupt, maupun masalah-masalah kecil lainnya yang tentunya sangat merepotkan saya dan jelas membuang-buang waktu. Pernah suatu ketika, saya dan beberapa teman menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk menginstall dan mengkonfigurasi xampp. Belum lagi terkadang xampp mengalami gangguan yang disebabkan masalah-masalah yang telah saya sebutkan diatas.
Dan pada suatu kesempatan, ada seorang rekan yang memberi saya suatu solusi yang saya rasa cukup manjur, yaitu
USBWebserver. Apa itu USBWebserver ? Pada dasarnya, USBWebserver sama dengan xampp. Yaitu paket software yang terdiri dari Apache webserver dan MySQL Database yang sudah dibundling dalam satu installer sehingga kita dapat secara mudah menggunakan apache maupun mysql tanpa menginstallnya satu persatu dan mengkonfigurasinya. Yang membedakannya dengan xampp biasa adalah masalah
portabilitasnya.
Cara pakainya juga sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya :
1. Download dulu USBWebserver di
http://www.usbwebserver.com/download.php . Versi terakhir sejak artikel ini ditulis adalah versi 7.0. File yang didownload berupa file kompressan berekstensi .rar.
2. Ekstrak di sembarang tempat, bisa di harddisk lokal maupun flashdisk bagi yang menginginkan portabilitas.
3. Hasil ekstrak akan berupa folder bernama
‘UsbWebserver’. Masuk ke folder tersebut dan klik 2x file
Usb Webserver.exe . Akan tampil window awal dari USBWebserver seperti berikut :

4. Untuk melakukan berbagai pengaturan, klik
Opties.
5. Pada tab
Algemeen, untuk memilih bahasa yang digunakan, cukup klik pada dropdown Taal. Ada dua pilihan bahasa disitu, bahasa Belanda (default) dan bahasa Inggris. Ada baiknya kita milih bahasa inggris supaya tidak bingung.
6. Pada tab
SMTP, kita bisa mengatur nama host dan portnya serta Email
7. Pada tab
Apache kita bisa menentukan port mana yang akan dipakai. Defaultnya adalah 8080 (sebaiknya jangan diganti)
8. Pada tab
MySQL, kita bisa mengganti maupun mengosongkan password MySQL
9. Klik tombol
Opslaan untuk
OK.

10. Setelah melakukan beberapa konfigurasi yang cocok menurut anda, saatnya mencoba hasilnya di browser. Klik tombol di sebelah kiri
Setting sehingga akan tampil pop menu seperti berikut

kalo mau lihat halaman depan localhost di browser, pilih
Localhost. Kalo mau lihat halaman Phpmyadmin, pilih
PhpMyadmin. Catatan : ketika kita membuka halaman phpmyadmin, kita akan diminta memasukkan username dan password MySQL. Untuk username ketik
‘root’ dan untuk passwordnya masukkan sesuai dengan password MySQL yang anda tentukan di bagian setting pada Tab MySQL (Lihat langkah 8).
11. Untuk mematikan MySQL/Apache/SMTP, tinggal klik tombol di sebelah kiri tulisan MySQL/Apache/SMTP di bagian atas window
Nah mudah bukan.. ?!!?? Selamat mencoba dan bagi yang mengalami kesulitan bisa dishare disini kesulitannya. Thanks..